<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>bsd &amp;mdash; ⋆</title>
    <link>https://lunarlatte.writeas.com/tag:bsd</link>
    <description>a pale blue dot.</description>
    <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 05:38:56 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>ketinggalan kereta</title>
      <link>https://lunarlatte.writeas.com/ketinggalan-kereta?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[bsd&#xA;blockquote&#xA;an oda x oc (?) drabble;&#xA;&#xA;dibuat dari sebuah prompt oleh yumefess. bukan yumejo, dan cuma tulisan iseng, tapi dibuang sayang, mumpung ingat mau diarsipkan di sini. ;;&#xA;/blockquote&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;&#34;ngga kekejar...&#34;&#xA;&#xA;perempuan itu menatap figur kereta yang semakin jauh dari pandangannya, nafasnya masih terengah-engah. wajahnya berubah menjadi cemberut saat ia membalikkan badan dan menatap pria bersurai merah yang berdiri di belakangnya.&#xA;&#xA;&#34;bagaimana ini, oda-san?&#34;&#xA;&#xA;oda mengangkat bahu. &#34;kalau begitu, kita tunggu kereta selanjutnya saja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;tapi, pamerannya mulai pukul 9...&#34; ia duduk merosot di lantai peron, tidak memedulikan orang-orang yang lalu lalang di sana. oda refleks menggenggam tangannya.&#xA;&#xA;&#34;jangan duduk di sini. lantainya kotor.&#34;&#xA;&#xA;perempuan itu mengangkat kepalanya. &#34;maafkan aku,&#34; ucapnya sedih, tidak menghiraukan perkataan oda. &#34;aku salah lihat jadwal... lagi.&#34;&#xA;&#xA;wajah datar oda melunak. ia ikut berjongkok di sampingnya. &#34;sudah saya bilang, tidak apa. saya bisa pergi dengan aya saja sudah senang, kok.&#34;&#xA;&#xA;jemari oda menyisir rambut pendek perempuan itu, memisahkan helaian yang kusut karena tertiup angin. ia menatap kedua matanya lekat-lekat, kemudian melempar sebuah senyum tipis. &#xA;&#xA;&#34;karena ada waktu tambahan, kita jadi bisa sarapan bersama. mau mencari sesuatu yang enak?&#34; &#xA;&#xA;𔓘]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lunarlatte.writeas.com/tag:bsd" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">bsd</span></a>
<blockquote>an oda x oc (?) drabble;</p>

<p>dibuat dari sebuah prompt oleh yumefess. bukan yumejo, dan cuma tulisan iseng, tapi dibuang sayang, mumpung ingat mau diarsipkan di sini. ;;
</blockquote></p>



<p>“ngga kekejar...”</p>

<p>perempuan itu menatap figur kereta yang semakin jauh dari pandangannya, nafasnya masih terengah-engah. wajahnya berubah menjadi cemberut saat ia membalikkan badan dan menatap pria bersurai merah yang berdiri di belakangnya.</p>

<p>“bagaimana ini, oda-san?”</p>

<p>oda mengangkat bahu. “kalau begitu, kita tunggu kereta selanjutnya saja.”</p>

<p>“tapi, pamerannya mulai pukul 9...” ia duduk merosot di lantai peron, tidak memedulikan orang-orang yang lalu lalang di sana. oda refleks menggenggam tangannya.</p>

<p>“jangan duduk di sini. lantainya kotor.”</p>

<p>perempuan itu mengangkat kepalanya. “maafkan aku,” ucapnya sedih, tidak menghiraukan perkataan oda. “aku salah lihat jadwal... lagi.”</p>

<p>wajah datar oda melunak. ia ikut berjongkok di sampingnya. “sudah saya bilang, tidak apa. saya bisa pergi dengan aya saja sudah senang, kok.”</p>

<p>jemari oda menyisir rambut pendek perempuan itu, memisahkan helaian yang kusut karena tertiup angin. ia menatap kedua matanya lekat-lekat, kemudian melempar sebuah senyum tipis.</p>

<p>“karena ada waktu tambahan, kita jadi bisa sarapan bersama. mau mencari sesuatu yang enak?”</p>

<p>𔓘</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lunarlatte.writeas.com/ketinggalan-kereta</guid>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2021 12:49:52 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>sepucuk surat.</title>
      <link>https://lunarlatte.writeas.com/sepucuk-surat?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[bsd&#xA;&#xA;blockquote for #hariputusbsd. /blockquote&#xA;&#xA;jam dinding yang kau berikan tiga tahun lalu, hari ini tiba-tiba mati.&#xA;&#xA;ah, tunggu― apa benar hari ini? atau, aku yang baru menyadarinya hari ini? !--more--&#xA;&#xA;aku tak bisa mengganti baterainya, kau gantung jam itu terlalu tinggi. biasanya, kau yang menggantikannya untukku.&#xA;&#xA;(mungkin, aku berbohong. mungkin tidak. karena jam itu memang sulit untuk digapai, apalagi setelah kepergianmu.)&#xA;&#xA;karena itu, aku menatap jam itu dengan lama; membayangkan kau yang menaiki kursi pendek dari dapur dan bergegas mengganti baterainya. &#xA;&#xA;---&#xA;hei, odasaku. apa kabar?&#xA;---&#xA;&#xA;apa saat kau pergi, konsep waktu yang mengitarimu juga sejatinya berhenti seperti itu?&#xA;&#xA;apakah tinggimu masih sama? &#xA;apakah wajahmu masih datar? &#xA;apakah rambutmu masih merah seperti wine yang biasa diminum oleh chuuya?&#xA;&#xA;(dan bukannya merah darah yang bersimbah di lantai aula sewaktu kau pergi.)&#xA;&#xA;... aku bahkan masih bisa mencium samar aroma rokok yang biasa kau hirup itu.&#xA;&#xA;(rokok terakhir yang kau hisap sebelum kau pergi― asapnya membubung tinggi di langit-langit.)&#xA;&#xA;---&#xA;hei, odasaku, bahkan di sana pun kau masih merokok, ya?&#xA;---&#xA;&#xA;oke―jangan tertawakan aku dan diksiku yang remeh ini. kau tahu aku tidak pernah pandai menulis seperti dirimu.&#xA;&#xA;hei, odasaku,&#xA;apa kau tahu, aku akan melipat kertas ini menjadi seribu burung bangau?&#xA;&#xA;aku ingat saat kita jalan-jalan pada salah satu kedai makanan di pinggir kota, yang menggantung seribu burung bangau kertas berwarna-warni di langit-langit tokonya.&#xA;&#xA;&#34;burung-burung itu,&#34;&#xA;&#xA;―katamu, menunjuk pada burung-burung kertas kecil yang menari terkena sapuan angin. &#xA;&#xA;&#34;kalau telepon bisa menyampaikan kabar dari tempat yang terlampau jauh, burung-burung itu bisa membawa pesan kita ke surga.&#34;&#xA;&#xA;waktu itu, aku hanya tertawa kecil; aku yakin itu adalah salah satu cerita dongeng yang biasa kau lantunkan untuk anak-anak asuhmu sebelum tidur.&#xA;&#xA;tapi rasanya, sekarang aku ingin memercayainya. &#xA;odasaku, apa kau menerima surat ini?&#xA;&#xA;---&#xA;odasaku, kalau aku rindu, aku boleh menulis surat lagi untukmu, ya?&#xA;---]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lunarlatte.writeas.com/tag:bsd" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">bsd</span></a></p>

<blockquote> for #hariputusbsd. </blockquote>

<p>jam dinding yang kau berikan tiga tahun lalu, hari ini tiba-tiba mati.</p>

<p>ah, tunggu― apa benar hari ini? atau, aku yang baru menyadarinya <em>hari ini?</em> </p>

<p>aku tak bisa mengganti baterainya, kau gantung jam itu terlalu tinggi. biasanya, kau yang menggantikannya untukku.</p>

<p><em>(mungkin, aku berbohong. mungkin tidak. karena jam itu memang sulit untuk digapai, apalagi setelah kepergianmu.)</em></p>

<p>karena itu, aku menatap jam itu dengan lama; membayangkan kau yang menaiki kursi pendek dari dapur dan bergegas mengganti baterainya.</p>

<hr/>

<p><em>hei, odasaku. apa kabar?</em></p>

<hr/>

<p>apa saat kau pergi, konsep waktu yang mengitarimu juga sejatinya berhenti seperti itu?</p>

<p>apakah tinggimu masih sama?
apakah wajahmu masih datar?
apakah rambutmu masih merah seperti <em>wine</em> yang biasa diminum oleh chuuya?</p>

<p><em>(dan bukannya merah darah yang bersimbah di lantai aula sewaktu kau pergi.)</em></p>

<p>... aku bahkan masih bisa mencium samar aroma rokok yang biasa kau hirup itu.</p>

<p><em>(rokok terakhir yang kau hisap sebelum kau pergi― asapnya membubung tinggi di langit-langit.)</em></p>

<hr/>

<p><em>hei, odasaku, bahkan di sana pun kau masih merokok, ya?</em></p>

<hr/>

<p>oke―jangan tertawakan aku dan diksiku yang remeh ini. kau tahu aku tidak pernah pandai menulis seperti dirimu.</p>

<p>hei, odasaku,
apa kau tahu, aku akan melipat kertas ini menjadi seribu burung bangau?</p>

<p>aku ingat saat kita jalan-jalan pada salah satu kedai makanan di pinggir kota, yang menggantung seribu burung bangau kertas berwarna-warni di langit-langit tokonya.</p>

<p><em>“burung-burung itu,”</em></p>

<p>―katamu, menunjuk pada burung-burung kertas kecil yang menari terkena sapuan angin.</p>

<p><em>“kalau telepon bisa menyampaikan kabar dari tempat yang terlampau jauh, burung-burung itu bisa membawa pesan kita ke surga.”</em></p>

<p>waktu itu, aku hanya tertawa kecil; aku yakin itu adalah salah satu cerita dongeng yang biasa kau lantunkan untuk anak-anak asuhmu sebelum tidur.</p>

<p>tapi rasanya, sekarang aku ingin memercayainya.
odasaku, apa kau menerima surat ini?</p>

<hr/>

<p><em>odasaku, kalau aku rindu, aku boleh menulis surat lagi untukmu, ya?</em></p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lunarlatte.writeas.com/sepucuk-surat</guid>
      <pubDate>Tue, 18 May 2021 16:37:02 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>